Meskipun Indonesia di garis khatulistiwa, studi menunjukkan 50–80% orang dewasa Indonesia mengalami defisiensi vitamin D. Penyebab utamanya: kerja indoor, pakaian tertutup, penggunaan tabir surya, dan gaya hidup minim paparan matahari.
Fungsi vitamin D: penyerapan kalsium, kekuatan tulang, sistem imun, regulasi suasana hati, fungsi otot.
Tes: kadar 25-hydroxy vitamin D dalam darah. Hasil: <20 ng/mL = defisiensi; 20–29 = insufisiensi; 30–100 = normal; >100 = berlebihan.
Cara meningkatkan: paparan matahari pagi 10–15 menit (lengan + kaki, tanpa tabir surya), 3–4× seminggu. Makanan: ikan berlemak (salmon, sarden, tuna), kuning telur, jamur, susu/yogurt yang difortifikasi. Suplemen 1000–4000 IU/hari sesuai rekomendasi dokter jika defisien.
Skrining direkomendasikan: lansia, ibu hamil/menyusui, anak dengan gejala kelelahan kronis, pasien osteoporosis.
